Membangun Narasi untuk Menarik Simpati


Opini.- Mengurai dari rentetan kejadian dengan menganalisa serta mencari tahu faktor faktor dan penyebab dari suatu isu yang berkembang adalah cara berpikir cerdas untuk melihat isu lebih jelas dan terarah.

Pada situasi tertentu kita kadang dipertontonkan perdebatan sebuah isu yang dibangun sebuah media. Baik media televisi, cetak maupun internet. Namun kita sebagai pembaca yang bijak perlu menumbuhkan sikap bijak untuk melihat aspek ranah penulisan jurnalistik agar dapat menelisik tujuan dari penulisan isu tersebut. Seperti dalam sebuah tulisan, apakah ingin membangun rating, menggiring opini publik, atau membuka khazanah pemikiran publik?.


Melihat dari berbagai aspek dan faktor dalam waktu bersamaan isu itu dibangun akan dapat menyimpulkan sebuah penggalan yang disampaikan.

Sebagai contoh, Roro seorang pemain bola baru pulih dari cedera. Kemudian mencetak gol kemenangan atas klubnya. Kemudian seorang jurnalis mewawancara: bagaimana pendapatmu tentang pertandingan tadi?. Roro menjawab: "pertandingan yang luar biasa. kamu tahu bahwa saya baru pulih dari cedera, dulu saya tidak bermain, klub meraih hasil imbang, namun sekarang bermain dan menang.. Alhamdulillah".

Lalu bagaimana jurnalis menulisnya dalam sebuah judul redaksi untuk menarik kepentingan dan antusias pembaca serta membangun rasa penasaran untuk membacanya namun tidak melanggar etik jurnalistik?.

Seorang jurnalis menulis di headline dengan judul, Roro: BERKAT SAYA, KLUB MENANG.

mari kita coba lihat redaksi yang dibangun dalam judul diatas, ini seolah memunculkan karakrer individu yang seolah sombong dan takabbur. Padahak tidak ada satupun kata yang muncul saat wawancara. Namun jurnalis dengan cerdas memberikan narasi yang memiliki unsur influencer yang kuat. Sehingga menumbuhkan rasa penasaran pada pembaca, apalagi kemudian yang memberi keterangan memiliki karakter sebaliknya.

Kenapa hal tersebut perlu dibangun?. Setiap orang memiliki daya pikir yang berbeda, pun dengan cara interpretasinya. Dalam mengolah sebuah isu yang berkembang tidak jauh dari ilmu yang dimilikinya. Atas dasar inilah kemudian bola isu tersebut bergulir dengan berbagai spekulasi. Akhirnya isu tersebut bermuara dalam perspektif yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, kita sebagai orang awam yang belum memiliki fondasi analisa yang kuat perlu melihatnya dari berbagai aspek dan faktor lain yang mempengaruhinya. Sehingga kita dapat membatasi komentar yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya.

Bersambung..


No comments

Ads