Ikhlaskan Agar Jalanmu Semakin Ringan

photoilustrasi/pixabay.com
Perjalanan belum berakhir. Masih banyak rintangan yang akan dihadapi. Batu terjal masih menunggumu disana.

Semak-semak belukar yang ada dihadapanmu sebentar lagi nampak, merangsek, menggoda kestabilan kamu.

Kali ini datang dari sosok seseorang yang anggun, bersahaja, dan kamu pun tak kuasa manahan perasaan. Ia melenakan keadaanmu. Beruntungnya kamu jadian, berhubungan dengan sangat lama, banyak hal yang dikorbankan, waktu tak terkendalikan, kini ada dua jalur yang harus kamu tempuh, atau bisa saja satu dan ia sebagai penyemangat perlajannmu.

Setelah kamu mulai percaya, kemudian merasa ia memang jodohmu, tiba-tiba saja ia mengkhianatimu, membohongimu, menendangmu. Menyepelekanmu. !!! dengan sadis ia membiarkanmu terhina, dan kamu dibuat harus merengek sujud dihadapannya.

Disini keimananmu diuji, mencoba untuk menerima keadaan dengan senyuman istoqomah, ikhlas dan kesabaran yang tersimpan kokoh dibenakmu. Terangkat, seolah berbicara kasar padamu, ia menantang keadaanmu saat itu. “mana ikhlasmu, mana senyummu, mana istoiomahmu, mana tujuan awalmu”.  Ia yang selama ini peduli padamu. Namun, disaat tak muncul lagi sinar terang untuk memecahkan solusi, tergambarkan satu kata dalam pikiran: “GAGAL”. Dan semua berantakkan.

Eith.. Tenang sobat, masih ada satu celah lagi yang harus dibuka, ia akan membawamu ke tempat yang lebih indah, dimana pengkhianatan tak lagi menjadi rasa sakit, ia akan muncul menjadi algojo penyemangat baru.

Jadikan setiap apa yang telah kamu berikan semata-mata untuk menghargai perasaanmu, sebab perasaanmu bukan milikmu, tapi titipan. Harusnya lakukan dengan sebaik mungkin. Maka ikhlaskan masalah yang terjadi, jadikan ia sebagai algojo baru, kekuatan baru untuk menemui batu terjal lainnya. Bukankah orang yang dibohongi itu lebih mulia dibandingkan dengan membohong, bukankah dikhianati itu lebih tinggi derajatnya dibanding mengkhianati.

Dengan keadaan yang tersudutkan, ikhlas adalah salah satu kata lain dari rasa syukur kita terhadap tuhan. Berarti tuhan sedang melihat hambanya, membimbing dan menetapkan keyakinan, juga meneguhkan hati kamu. Ikhlas berarti kamu telah mendapatkan pijakan yang positif agar langkah kakimu semakin ringan. Seringan angin yang dihirup setiap waktu.

Katakan pada dirimu sendiri bahwa ada jalan lain yang dipersiapkan, ada seseorang yang menunggumu. Dan ia adalah dirimu. Jika kamu baik, sepantasnyalah jodohmu baik pula. Jika kamu benci pengkhianatan, sepantasnyalah jodohmu juga benci pengkhianatan. 

Maka, agar tidak terlena dengan keadaan, katakan bahwa cinta itu membuat kamu merasa lebih nyaman, karena cinta bukan milikmu, sekali lagi bahwa cinta bukanlah milikmu. Maka, biarkan ia kembali tanpa harus egois sendiri.

satu kasus masalah yang bisa saja terjadi. Bisa saja ada masalah lain yang lebih hebat, jika ini tidak bisa disikapi dengan bijak, bisa jadi masalah lainpun akan menjadi hambatan yang memutuskan jalan-jalanmu.

Setiap orang dalam perjalanan hidupnya pasti akan menjumpai bebatuan, belokan, kerikil, atau lubang. Takkan ada jalan yang semulus kita kira. Lubang-lubang ini tentunya berbeda-beda sesuai dengan kekuatan yang dimiliki oleh orang itu sendiri. 

Namun tenang,  sebab setiap masalah itu nanti buat kamu menjadi lebih matang dalam bersikap. Ingat bahwa tuhan hanya akan menguji hamba-Nya sesuai dengan takaran hamba itu sendiri. So, kenapa mesti kebingungan, loyo tak bersemangat. Bangkitlah dan katakan maju untuk menjemput masa depanmu.

Biarkan orang laing merongrongmu, menggonggongmu, mendzolimimu, merangsek masuk membuyarkan impianmu, sampai nanti, sampai mereka tahu bahwa kamu adalah orang yang patut dihormati, disegani dan patut menjadi contoh figur yang baik bagi orang disekitar, agar mereka terinspirasi dengan apa yang kamu capai hari ini. 
    

No comments

Ads