Persaman, Hubungan dan Orientasi 1984 dan 1994



Kurikulum ini sebagai cikal bakal penggunaan kurikulum yang saat ini digunakan di Indonesia. Kita langsung saja bahas bagaimana persamaan, hubungan serta orientasi kurikulum 84 dan 94 untuk menambah ilmu pengetahuan serta sebagai acuan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

#Persamaan

Ada beberapa persamaan antara kurikulum 1984 dan 1994, diantaranya mengenai tujuan kurikulum.

Sebab kurikulum 1994 adalah hasil pembaharuan dari kurikulum 1984. Dengan pembaharuan tersebut tujuan yang diusungpun tidak jauh berbeda dengan kurikulum 1984.

Hanya saja cara yang dipakai pada kurikulum 1994 itu lebih menekankan siswa sebagai subjek, dimana siswa dilatih untuk aktif dalam proses belajar mengajar yang lebih dikenal dengan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).

Walau bagaimanapaun dengan cara-cara yang direnovasi. Namun, kurikulum 1984 dan 1994 memiliki tujuan yang sama yaitu ingin mewujudkan kecerdasan kehidupan bangsa.

# Hubungan

Hubungan antara kurikulum 1984 dan 1994 sangat berkaitan dimana diantara keduanya saling mengisi kekurangan-kekurangan yang mengakibatkan output pengajaran kurang terealisasikan pada siswa.

Begitu pembaharuan Kurikulum 1984 bergulir, strategi belajar mengajar yang semula menonjolkan penerapkan model Duduk, Dengar, Catat, Hapal (DDCH) direnovasi menjadi strategi belajar mengajar yang menekankan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif).

Tema sentral ini agaknya masih dipertahankan ketika dilakukan pembaharuan kembali yang menghasilkan Kurikulum 1994.

#Orientasi

Kurikulum 1984 berorientasi pada tujuan pendekatan proses. Kurikulum ini mencantumkan mata pelajaran muatan lokal yang berfungsi mengembangkan kemampuan siswa yang dianggap perlu oleh daerah-daerahnya.

Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Dimana siswa ditempatkan sebagai subjek belajar.

Dari mengamati, mengelompokan, mendiskusikan, hingga melaporkan (Model ini yang lebih dikenal dengan istilah CBSK).

Kemudian, Lahirnya UU No. 2 tahun 1989 tentang pendidikan nasional, merupakan pemicu lahirnya kurikulum 1994. menurut UU tersebut, pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, bebudi luhur, memiliki keterampilan dan pengetahuan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

 Pada kurikulum 1994, pendidikan dasar dipatok menjadi sembilan tahun (SD dan SMP).



No comments

Ads