Makalah : Pengertian dan Asal Muasal Kata Tasawuf


Secara bahasa, istilah tasawuf pertama berasal dari kata shuf, yang berarti wol. 

Kata ini merujuk pada kain wol yang biasa dipakai oleh para nabi tempo dulu, lalu kemudian, dicontohkan oleh para sufi. 

Kain wol merupakan lambang kesederhanaan yang lazimnya dipakai oleh kaum sufi, bahkan oleh kaum spritualis di berbagai agama lain.

Kedua, berasal dari kata sifa yang berarti suci, bening. Kata ini merujuk pada pusat perhatian kaum sufi pada upaya menyucikan dirinya, membeningkan qolbunya. 

Senantiasa memelihara kesucian hati dan tindakannya, memelihara diri dari segala bentuk tindakan tercela yang merusak kesucian dirinya.

Ketiga, berasal dari kata ahlushshuffah yang berarti penghuni serambi mesjid. Kata ini meruju pada sekeompok muhajirin yang hidup sederhana, sering berkumpul di serambi mesjid madinah. 

Sahabat yang rela meninggalkan kampun halamannya untuk hijrah bersama nabi dari mekah ke madinah yang yang tinggalnya di serambi mesjid untuk tekun  beribadah. 

Cara hidup saleh dalam kesederhanaan yang diperegakan mereka, kemudian menjadi panutan bagi umat Islam berikutnya yang kemudian disebut sufi.

Keempat, berasal dari kata shaf yang berarti barisan. Kata ini merujuk pada turut sertanya mereka paa barisan yang teratur, seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh, Dalam berperang dijalan-Nya, berada pada barisan terdepan dalam mencari ridho-Nya, dan yang lebi khusus lagi, mengutamakan pada barisan pertama di saat salat berjamaah.

Senantiasa berusaha untuk berada di barisan terdepan, shaf pertama, ketika shalat berjamaah.

Kelima, berasala dari sofhos, dari bahasa yunani yang berarti hikmah, yaitu senantiasa mencari hikmah dalam kehidupan ini, makna tersirat dibalik yang tersurat. Hal ini merujuk pada sesuatu yang mereka cari, yaitu hikmah, atau kebijaksanaan, aau hakikat.


Dalam mencari akar kata dan mencari rumusan tasawuf secara tepat, ternyata tidak mudah nampaknya, kesulitan itu berpangkal pada esensi tasawuf sebagai pengalaman ruhaniyah, yang memang tidak mudah pula untuk dijelaskan dengan tepat melalui kata-kata. 

Masing-masing oang mengalaminya secara intuitif-individual, pertumbuhannya muncul di berbagai segmen dan kultur yang bervariasi, tumbuh dalam pengalaman spiritual yang mengacu pada kehidupan moralitas, tercantel pada nilai-nilai Islam. 

Secara umum, ciri khas tasawuf itu adalah: obsesinya kedamaian spiritual, pengetahuannya diperoleh memalui intuiasi, upaya meningkatkan kualitas moral, peleburan diri pada kehendak-Nya, dan dalam pengungkapan pengalamannya menggunakan symbol yang mengandung makna implicit.

Istilah tasawuf berasal dari beragam isilah yang acap kali dimunculkan.
Secara istilah, arti tasawuf ini dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu

                     1. Albiyadah, mnusia sebagai makhluk terbatas, maka tasawuf berarti mennyucikan diri dari pengaruh duniawi dan memusatkan perhatian pada tuhan

                     2.  Al jahidah, manusia sebagai makhluk yang berjuang, maka tasawuf berarti upaya memperindah diri denga sifat terfuji dalam upaya mendekati tuhan.

                      3.  Al mudzakoh, manusia sebagai makhluk yang bertuhan, maka tasawuf berarti kesadaran fitrah yang berupaya mendekati tuhan. Dengan begitu maka tasawuf berarti upaya membersihkan diri dari segala pengaruh benda untuk menuju tuhan.
           
            Secara istilah tasawuf diartikan pula dengan mistik. Maknanya secara istilah senantiasa bergeser sesuai dengan pergeseran fase perkembangannya. Definisinya antara lain adalah:
            a.  Tasawuf berarti cara mendekati tuhan

            b.  Tasawuf berarti bertekun beribadah dan zuhud terhadap apa yang diburu orang banyak

            c.  Tasawuf berarti membersihkan diri (Qalb) dari hubbuddunia (Cantelan bersifat duniawi) melalu latihan spiritual (riyadhoh) yang sangat keras (Mujahadah) pada tahapan khusus (Makam) dan keadaan tertentu (Hal) untuk mencapai hakikat (bersama-Nya tanpa pamrih apapun) atas tuntunan seorang mursyid, yang mewrnai aktivitas rutin.
            
            d.  Melalui kontemplasi, berupaya untuk;

                1)  Memperoleh kesadaran adanya kontak sang hamba dengan tuhannya
                2)  Hijab berangsur terbuka, menjadikan adanya titik terang cahaya al haq dalam            qalb
                3)  Berlepas diri dari cantelan qalbu kepada dunia dan beralih cantelan qalbu                    kepada pemilik dunia.
                4)  Dari sisinya, dia sangat dekat kepada hamba, dan dari sisi hamba, tidak                          merasakan kedekatan itu. Dalam konteks ini, hamba berupaya untuk                              merasakan kedekatan itu.




No comments

Ads