Perbedaan antara Kata Kiasan, Majas, Pribahasa, dan Slogan


Bahasa Indonesia memiliki ragam kesusastraan. Banyak diantaranya digunakan oleh para pujangga dalam menuaikan tulisannya sebagai sebuah karya yang indah untuk dibaca. Penyair menggunakan kata-kata tersebut untuk menggambarkan imajinasi yang dituangkan ke dalam tulisan sehingga tulisannya menjadi indah. Para pembaca pun terbawa ke dalam tulisan tersebut.

Nah, berbicara mengenai kesusastraan bahasa Indonesia, berikut beberapa kategori istilah yang sering digunakan para penyair dalam memperindah tulisannya.


#Ungkapan/kiasan
Ungkapan adalah sekelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur-unsur tertentu).

Kata kiasan adalah kata-kata yang berbunga-bunga, bukan dalam arti kata yang sebenarnya; kata kiasan dipakai untuk mencari rasa keindahan dan penekanan pada pentingnya hal yang disampaikan.  (Wikipedia)

Antara istilah ungkapan dan kiasan sebenarnya memiliki arti yang sama. Maka dari itu ungkapan bisa disebut dengan kiasan. Karena ungkapan sebenarnya adalah sebuah kata yang memiliki makna kiasan.

Misalnya,
banting tulang : (makna kiasnya) bekerja keras
Kesempatan dalam kesempitan: (makna kiasnya) mencari kesempatan ditengah kesulitan orang lain.
Perbedaannya adalah, jika berbicara istilah ungkapan, maka berbicara satuan kata. Jika berbicara istilah kiasan, maka berbicara antara satuan kata dan kalimat.
Misalnya,
Engkau bagaikan rembulan 
Cita-citaku setinggi langit
Ayah bekerja setiap hari banting tulang untuk kepentingan keluarga (kalimat/teks kiasan)

Sederhananya, jika berbicara mengenari satuan kata seperti: keras kepala, banting tulang dll. Bisa kita sebut ungkapan atau bisa juga disebut kiasan. Tetapi apabila sudah berbentuk kalimat, maka kalimat tersebut adalah kalimat kiasan.

#Majas
Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakain ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan cirri bahasa sekelompok penulis sastra penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tulisan. (Wikipedia)

Setiap penyair memiliki gaya bahasa masing-masing untuk menuangkan sebuah karya. Terkadang para penulis pun tidak mengetahui istilah dari apa yang mereka gunakan dalam tulisannya. Tujuannya adalah untuk memperindah sebuah tulisan, sehingga pembaca terhanyut ke dalam karya sastra tersebut. Rangkaian kata tersebut bisa seolah merendahkan sesuatu, melebih-lebihkan, benda mati seolah hidup dan lain sebagainya.

Ini kategori majas yang sering digunakan oleh para penyair bahasa Indonesia.

Majas Personifikasi (benda mati seolah hidup)
Misalnya, Suara petir Berteriak dalam kegelapan

Majas Hiperbola (Melebih-lebihkan)
Misalnya, Cintaku sedalam lautan

Majas Litotes (Merendah-rendahkan)
Misalnya, Rumahku hanya sebesar gubuk reot. (Faktanya rumah tersebut sebuah Istana)

Majas Metafora (kalimat dengan menggunakan kata kiasan)
Misalnya, Engkau adalah tulang punggung keluargaku; Engkau belahan jantung hatiku.

Majas Ironi (Sindirian halus)
Misalnya, Suaramu merdu seperti kaset kusut  

#Pribahasa
Pribahasa adalah Suatu ungkapan yang memiliki arti tertentu dengan kalimat ringkas padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.

Misalnya,
Mencari jarum dalam tumpukan jerami 
Seperti ayam kehilangan induk
Seperti air diatas daun talas
Seperti mendapat durian runtuh
Seperti pungguk merindukan bulan
Tercoreng arang dikening 

#Slogan
Slogan adalah motto atau frase yang dipakai sebagai ekspresi sebuah ide atau tujuan yang mudah diingat.

Misal,
Oleh rakyat untuk rakyat
Bhineka tunggal ika




1 comment:

Ads